Sekolah Rakyat menggunakan AI untuk memetakan bakat siswa
15 Juli 2025
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengatakan bahwa sekolah-sekolah yang didirikan di bawah program Sekolah Rakyat menggunakan pemetaan bakat berbasis kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi potensi siswa. "Pemetaan bakat ini memungkinkan kita untuk mempelajari potensi dan peluang setiap anak," ujarnya saat sesi pemetaan bakat di SMP Negeri 10 Sekolah Rakyat di Bogor, Jawa Barat, pada hari Senin.
Setelah memeriksa semua fasilitas yang disediakan di sekolah tersebut, Iskandar menyatakan bahwa sekolah tersebut lengkap dan siap untuk menyediakan kegiatan pendidikan. "Kementerian Sosial telah menyediakan semua asrama, tempat tidur, kamar, pusat kesehatan, dewan siswa, laboratorium yang lengkap, perpustakaan, ruang kelas, dan yang paling penting, modul pendidikan terkomputerisasi," katanya.
Sementara itu, ketua tim pembina Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh, menginformasikan bahwa AI digunakan untuk pemetaan bakat karena dapat mengidentifikasi bakat dan potensi siswa dalam waktu kurang dari 10 menit. “Kami melakukan tiga jenis pemetaan: pemetaan fisik, termasuk kesehatan, pemetaan psikososial, dan pemetaan akademik. Dari pemetaan ini, kami gunakan (hasilnya) sebagai dasar, dan kemudian kami ukur kemajuan mereka dalam proses pendidikan di sini,” ujarnya.
“Kami tidak hanya akan mendukung mereka dengan pendidikan karakter, tetapi juga dengan keterampilan hidup, sehingga mereka memiliki berbagai kompetensi, termasuk kompetensi digital untuk menghadapi era AI,” tambah Nuh.
Program Sekolah Rakyat digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin, yang dikelompokkan dalam Desil 1 dan 2 dalam sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini dirancang untuk memutus siklus kemiskinan antargenerasi, memperluas akses pendidikan, menjamin pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin, dan memastikan pendidikan inklusif bagi semua anak. Sekolah-sekolah yang menggunakan model asrama ini menyediakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA. Semua siswa mengikuti kelas formal di siang hari dan menerima pendidikan karakter di malam hari. Nilai-nilai agama, kepemimpinan, dan keterampilan hidup merupakan komponen penting dari kurikulum.
Sekolah-sekolah tersebut menggunakan sistem manajemen pembelajaran dan menyediakan modul pembelajaran digital bagi anak-anak di daerah terpencil dan tempat-tempat lain yang kurang memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas.
Dilansir dari: https://en.antaranews.com/news/366317/sekolah-rakyat-using-ai-to-map-student-talent-minister